Arum Sabil, Jember

“Operasi Sejam, Lusa Boleh Pulang”

Prosedur Microsurgery di RS Bedah Surabaya

Operasi saraf leher dan saraf pinggang biasanya identik dengan kelumpuhan. ltu terjadi kebanyakan orang. Namun teknik bedah mikro (microsurgery) mematahkan semua pandangan itu. Ungkapan “Jangan operasi dileher karena bisa lumpuh” atau jangan operasi pinggang karena bisa lumpuh dan impoten” tidak lagi berlaku, bahkan pasien diizinkan pulang sehari setelah operasi kecetit leher. Mereka juga boleh menggerakkan leherserta beraktivitas sepertibiasa.

http://brainspine.co/story/arumsabil/images/arumsabil.jpg
KEMBALI BUGAR :  Arum Sabil (Kanan) seminggu setelah operasi berlatih penguatan otot – otot pinggang di rumahnya, Desa Tanggul Kulon, Jember.

Menurut data 2012, sebanyak 1.716 pasien dengan keluhan saraf tulang belakang tidak seluruhnya dioperasi. Hanya 88 pasien yang operasi leher dan 73 pasien operasi pinggang. Seluruhnya ditangani tim bedah saraf Comprehensive Brain & Spine Center Surabaya,yakni dr. Sofyan Sp.BS, dr. Gigih Sp.BS dan dr. Agus Anab Sp.BS.
Tim ahlibedah sarafyang berkompeten memberikan pelayanan secara totaldan bekerja penuh waktu. Setiap pasien dianalisa secara telitiuntuk menentukan diagnosa serta kemungkinan tindakan operasi. Pasien berhak menerima informasi menyeluruh perihal penyakitnya dan rencana operasi serta harapan kesembuhan. Keluarga pasien dapat menyaksikan jalannya operasi melalui monitor TV dan interaksilangsung dengan dokter (live surgery).
Ketua Lions Club Sumedang – Jawa Barat Woen Way Kok merupakan salah seorang yang merasakan fasilitas berkelas ini. Pria 62 tahun itu mengalami lumpuh kedua tangan dan kaki lebih dari dua tahun, disebabkan penjepitan sumsum saraf leher. Dengan mata berkaca – kaca terharu karena diperbolehkan pulang dua hari setelah operasi dengan kondisi bisa berjalan seperti biasa.Padahal dia sudah mencoba beragam metode pengobatan namun belum ada hasilnya.
Hasil serupa dirasakan H.M Arum Sabil asal Jember, ketua APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia) sempat mengalami kelumpuhan dikedua kaki karena saraf pinggang kejepit. Namun hanya dua hari setelah operasi sudah bisa berjalan sendiri. Saya bangga luar biasa tidak jadi berangkat ke Singapura karena ternyata negeri ini memiliki anak bangsa yang mempunyai kemampuan yang tidak kalah dengan dokter ahli bedah luar negeri,” tutur Arum Sabil. (Dikutip dari Jawa Pas, 22.4.2013)

Sumber: www.brainspine.co,  www.titikOkm.com/arum