Henry J. Gunawan, Surabaya (Ketua REI Jatim)

Henry J Gunawan

Henry J. Gunawan dikenal sebagai pengusaha property yang sibuk. Selain menjalankan usahanya, seabrek kesibukan lain masih ia jalani seperti menjadi Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jatim. Sosok pebisnis sukses ini ternyata menyimpan cerita ”nestapa” selama 10 tahun akibat menderita Spondilosis Leher (nyeri leher dan bahu).

Selama 10 tahun saya ada masalah di leher dan bahu dengan rasa nyeri tidak tertahan, sehingga tidur di posisi apapun tidak tahan dan tidak nyaman. ”Walaupun sudah minum obat nyeri yang diberikan oleh dokter negara tetangga, tetap kurang membantu bahkan minum obat tidurpun masih terbangun,” katanya.

”Sakit sekali di daerah punggung dan engkol kiri, sehingga dengan gangguan ini membuat mudah marah, saya tidak bisa menengok ke atas, jadi leher sudah bungkuk. Hal ini yang membuat terganggu sehingga ya hampir tidak ada kegiatan.” tuturnya.

Soal pengobatan, sudah dipijat, ultrasound, chiropractic yang hanya bertahan 2-3 bulan. Terapi sauna hanya tahan lima jam, ada juga terapi kuku macan. Akhirnya tidak sembuh juga. ”Saya baru sadar setelah mendapat penjelasan dr. Sofyan, memang benar kalau dipikir secara logika, tulang yang penyet (bantalan rusak) dan saraf tergencet tidak mungkin sembuh dengan pijat,” paparnya

Selama ini mendapat informasi kalau operasi nanti ada kemungkinan lumpuh. Setelah dijelaskan kalau operasi dari leher depan, bukan dari leher belakang yang dekat dengan sumsum saraf, sehingga operasi tidak berbahaya. ”Saya pikir penjelasannya masuk akal, apalagi ada kelebihan  operasi MICROSURGERY bahkan satu hari pasca operasi boleh pulang. Jadi saya langsung minta operasi hari itu juga namun dilakukan lusanya, karena perlu persiapan.”

Satu bulan setelah operasi masih ada keluhan, tetapi selanjutnya bebas, tidak ada gangguan apapun sampai sekarang.

Mengapa memilih operasi di Surabaya ? “Pertama saya juga ragu, ngapain Indonesia? Apa tidak keliru? Lha di Singapura saja bisa kok di Indonesia? Tetapi kerana penjelasannya begitu rinci dan masuk akal, saya langsung putuskan operasi di Surabaya.(*)