Judith Teriposa, Surabaya

Judith TeriposaDi kalangan etnis Tionghoa Surabaya, nama JudithTeriposa (68) sudah tak asing lagi. Ia adalah istri Ario Karjanto (68), pemilik usaha jasa pemakaman Ario. Ketika ditemui di rumahnya di jalan Dinoyo, Surabaya wajah keduanya terlihat bahagia. “Saya bersyukur, sekarang saya sudah sehat kembali” kata Ibu seorang anak tersebut.

Wanita berjiwa sosial ini pantas bahagia, mengingat beberapa saat lalu ia sempat sakit. Tahun 2009 tanpa sebab, kepala, pungung dan leher mengalami nyeri yang hebat. “Sudah mencoba ke dokter keluarga, pijat sampai tusuk jarum, tapi sama sekali tak membuahkan hasil” katanya. Karena tak tahan, dokter sempat menyuntik morfin dan itupun belum mampu meredakan rasa nyerinya. “Sakit itu benar-benar membekas hingga membuat saya trauma” katanya mengenang.

Disaat dia mengalami penderitaan itu, tanpa sengaja dalam sebuah perkumpulan ia bertemu temannya dan mengarahkan untuk berobat ke dr. Sofyan. “Kebetulan dia ini pernah menjadi pasiennya danberhasil disembuhkan” papar Judith. Tak pikir panjang ia lalu ke dokter yang dimaksud untuk minta penjelasan tentang penyebab sakit yang dideritanya. Dari sana ia tahu jika tulang lehernya bermasalah dan harus dilakukan operasI. Karena tak kuat lagi menahan penderitaan yang berkepanjangan iapun tak keberatan untuk dilakukan operasi. “Bagi saya diapakan saja tak masalah, yang penting bisa sembuh, papar wanita yang pernah menjalani operasi by pass jantung di Singapura tersebut. Usai operasi ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia, karena sakit tersebut langsung hilang. saya bersyukur Tuhan telah memberi petunjuk hingga sakit saya bisa disembuhkan cerita Judith.

Dua setengah tahun kemudian Ia mengalaml sakit kedua kalinya.Tapi bukan dileher, tapi di pinggang. “Sakitnya juga tidak kalah dengan yang pertama. Cuma lni menyerang pinggang sampai kaki. Ia kemudian kembali lagi ke dr. Sofyan, dan dari hasil MRI persoalannya nyaris sama, tulang belakang ada yang bermasalah sehingga harus dilakukan operasi. “lagi-lagi kami bersyukur, setelah dilakukan operasi microsurgery sakit itu hilang”, timpal Ario Karjanto yang memuji tindakan operasi pada istrinya tersebut.
Ario menambahkan teknologi yang ditunjang kemampuan dokter operasi pada istrinya brhasil dengan baik. “Ini sudah jalan Tuhan, saya dipertemukan dengan orang yang ahli di bidangnya”, kata Ario yang dalam setahun membantu 1500 peti mati buat masyarakat tidak mampu dari berbagai golongan.