Hariyanto TW, Jakarta

Kemarin Lumpuh, Hari ini Sembuh Pasca Operasi Spondilosis Leher

 

hariyanto_twtext1_hariyantotw

Melihat kondisi tangannya tak mampu lagi memegang pena, Hariyanto TW yang selama ini di kenal sebagai pengusaha tangguh kehilangan semangatnya. Ia sama sekali tak menyangka, cidera yang dialaminya tahun 2012 lalu akhirnya melumpuhkan kaki dan tangannya.
Kelumpuhan ini bermul dari peristiwa saat ia jatuh. Ternyata, setahun kemudian ia merasakan sakit di bagian pundak dan lehernya. Lama kelamaan, tangan kanannya melemah hingga akhirnya benar lumpuh pun demikian dengan dengan kedua kakinya yang tak mampu lagi menopang tubuhnya.
Beberapa dokter telah di datangi, namun tidak membawa hasil, hingga akhirnya ia ke Singapura dan berobat di sana. Saat itu ia berniat untuk melakukan operasi, namun dokter yang menangani mengatakan bahwa keberhasilan operasi untuk mengatasi kelumpuhannya hanya lima puluh persen saja.
Urung operasi di singapura, Hariyanto mencoba saran saudaranya untuk berkonsultasi dengan tim dokter di Brain & Spine Center. setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menjadwalkan operasi keesokan harinya.
Rasa syukur dan lega berbaur. Ternyata operasi kecetit di leher (spondilosis leher) yang di jalani di sini berjalan lancar tanpa ada hambatan. Setelah Operasi, dokter memintanya untuk mencoba menggerakan tangan dan kakinya. Beberapa saat kemudian ia mulai belajar berdiri dan keesokan harinya bisa berjalan kembali.
Melihat kesehatannya pulih, dokter memperbolehkannya pulang saat itu juga. “Luar biasa, dokter di sini memberi saya kesembuhan seratus persen dan ini benar-benar nyata!” tuturnya bersungguh-sungguh.