Endang Lanawati, Surabaya

” Dua minggu saya tergeletak, tidak mampu berbuat apa-apa bahkan enggan ketemu orang karena bawaannya pingin marah, tidak mampu menahan sakit, emosi saya jadi tidak stabil “.

“Lebih dari dua minggu saya hanya tidur tergeletak, semua aktifitas tidak dapat saya lakukan, bahkan enggan ketemu orang karena bawaannya pingin marah, tidak mampu menahan sakit, emosi saya jadi tidak stabil, rasanya lebih baik saya minum obat serangga saja dari pada menderita ini”, demikian Endang Lanawati, atau biasa disapa Cik Lina yang tinggal di Raya Darmo ini menceritakan penderitaan yang dialaminya akibat kecetit di saraf leher.

“Awalnya hanya rasa kesemutan di lengan dan tangan, dan gringgingen atau kesemutan ini hilang sebentar saja setelah pijat, namun lama kelamaan berubah menjadi sakit sekali di sekitar leher, bahu, lengan dan daerah punggung”.

Endang_Lanawati2

Banyak dokter ditemui, anehnya dibilang ini akibat menopause. Lha kalau itu sebabnya kan semua orang menopause akan menderita seperti saya, dan selama tiga hari mendapat suntikan 51 kali, 18 kali di hari pertama, lalu berikutnya sampai 23 kali suntikan di leher, pundak dan punggung, namun tidak menolong dan menurut saya ini tidak masuk akal.

“Ada juga dokter yang bilang jika operasi leher malah bisa lumpuh atau sampai meninggal karena di leher banyak saraf, Lha ini bagaimana ?” katanya. Sekujur punggung saya babak belur karena tidak sekedar dipijat, tapi juga dipijat tekan dengan kayu, punggung saya memar memerah, sebagian lebam-lebam hitam dan luka tapi tidak saya hiraukan karena tidak tahan sakitnya.

“ Anehnya sehari setelah operasi leher saya sudah pulih kembali, bahkan boleh pulang tanpa rasa nyeri lagi dan bisa menggerakkan leher seperti normal, semua teman-teman heran kok saya bisa berubah drastis dan tampak ceria lagi ”, kisahnya.